adventure, berkebun dirumah, persahabatan

Just another WordPress.com weblog

HARI-HARI DALAM PELAYARAN KEBANGSAAN VII December 28, 2007

Filed under: My Experience — azizah @ 1:37 am

Pengantar sebelum perjalananku

Mengawali perjalanan pertamaku yang panjang, ku kutip apa yang telah dinyatakan oleh seorang Helen keller bahwa

“watak tidak bisa berkembang dalam suasana nyaman dan serba mudah, Hanya dengan mengalami cobaan dan deritalah, jiwa manusia akan bertambah kuat, pandangan hidup akan bertambah jernih, ambisi akan timbul, serta kesuksesan diraih“.

Menurutku saat inilah aku mencoba melihat dunia lebih luas dan lebih jelas. Sesuatu yang belum pernah terlintas dibenakku untuk adventure ke luar dengan tanpa biaya sendiri. Tapi mungkin inilah salah satu doaku yang telah dikabulkan oleh Allah yang Maha Mengabulkan doa setiap hambaNya.

Aku selalu berharap mendapatkan pengalaman-pengalaman baru serta ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhiratku. Saat perjalanan inilah aku merasa mendapatkan sedikit dari harapanku itu. Selalu yang menjadi tujuanku adalah mendapatkan ilmu untuk lebih mengenal ciptaanMu dan memahami makna yang terdapat disana. Betapa ingin ku ini masih jauh dari apa yang ku dapatkan betapa banyak ilmu yang ingin kurengkuh tapi masih terlalu jauh dari tangan. Kadang ku merasa mengapa waktu begitu cepat berlalu dan banyak yang terbuang karena kelailaianku. Aku ingin mengganti waktu yang terbuang disaat aku kini.

Untuk pertama kali aku mendapatkan berita bahwa aku lolos seleksi betapa hatiku berbunga-bunga. Hari ini dalam satu waktu aku mendapatkan banyak nikmat dan kebahagiaan, kadang masih tidak bisa dipercaya. Bulan ini banyak hal yang harus kukerjakan dan semuanya menyenangkan bagiku. Alhamdulillah, ya memang segala puji hanya untukMu, tiada yang dapat menghindar dari apa yang telah Engkau tentukan. Ku merasakan bahwa inilah rangkaian sejarah kehidupanku. Betapa indah rangkaian itu walau kadang aku kepayahan tuk menjalaninya, tapi aku tak pernah menyesal dengan semua ini. Begitu banyak ku dapatkan anugerah terindah dalam hidupku. Ya Allah jadikanlah hamba ini termasuk kedalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur.

Hari-hari di bulan Juni yang indah walau kadang ku merasakan lelah tetapi lelah ini membahagiakan jiwaku yang merindukan pengalaman-pengalaman baru. Banyak berita yang menyenangkanku dalam bulan ini, ku dapatkan tawaran job mengedit buku dari dosenku, menyelesaikan PKM ku yang tlah lolos dan mendapatkan biaya 5 juta, kemudian pengalaman indah yang menungguku di waktu ini yaitu Pelayaran Kebangsaan VII. Sebuah kesempatan yang besar untuk kujalani dan ingin kuraih harapan di hati bahwa semua ini harus lebih berarti.

5 hari sebelum keberangkatanku, kuselesaikan PKM bersama Diana dan Wafiq, sebuah keinginan besar untuk lolos dalam Pimnas nanti. Targetku kemudian ku selesaikan semua urusan yang berkaitan dengan persiapan PK 7. Untuk edit buku masih banyak waktu tuk menyelesaikannya nanti. Dan tentang tiket perjalanan kuserahkan pada kakakku yang manis mas mahfud. Perjalananku akan segera dimulai semoga semuanya menambah ilmuku dan memberikan pengalaman indah.

Catatan sejarah petualangan tanggal 9-22 juni 2007

9 Juni 2007

Ku mulai perjalananku menjadi musafir di bumiMu. Hari ini rencananya bis berangkat ke Jakarta Pkl. 13.00 tapi akhirnya molor sampai jam 15.00. Paginya aku masih sempat melihat teman-temanku yang wisuda, di depan auditorium kutemui mereka. Sebagian kulihat wajah mereka secerah harapan setelah lulus dari Perguruan ini. Kadang ku ingin cepat selesaikan kuliah ini tapi aku masih punya target lain yang harus kuselesaikan disini. Setelah mungkin satu jam aku menunggu di sana, akupun pulang untuk berangkat ke Jakarta. Jam 15 aku meninggalkan Prambanan, sebuah perjalanan yang belum pernah ku bayangkan. Dua kali ini aku melakukan perjalanan sendirian dengan bus, pertama dulu tahun 2004 aku ke salatiga dengan tanpa mengetahui denah daerah ku langkahkan kaki kesana karena permintaan orang tuaku tuk mengambil kesempatan pertama ikut seminar internasional yang di selenggarakan oleh Percik dengan dana dari Ford Foundation. Kemudian saat ke Jakarta inilah yang kedua kalinya melakukan perjalanan sendirian. Aku berangkat dengan bis Maju Lancar B VIP, yang kurasakan cukup nyaman. Sambil kuedarkan pandangan ke kanan kiri jalan, ku dengarkan alunan Q.S. Ar Rahman dengan satu ayat yang slalu terulang-ulang dan terngiang di hati, “nikmat manakah yang akan kamu dustakan” semakin membuat hati tak henti-hentinya merasakan betapa besarnya nikmatMu, Ya Allah YA RAHMAN.

Dalam perjalanan ke Jakarta ini aku duduk bersebelahan dengan seorang bapak-bapak yang pensiun dari sebuah kantor perpajakan. Beliau selalu menemaniku ngobrol dan kudapatkan banyak ilmu darinya. Dengan mendengarkan pernyataan-pernyataannya, menurutku beliau adalah orang yang bijaksana, yang mempunyai pengetahuan agama yang cukup luas dan beretika. Beliau mungkin orang yang disegani dikantornya karena dari sikapnya dia memiliki wibawa tersendiri. Beliau menceritakan sejarah perjalanan hidupnya hingga saat bertemu denganku dia ingin menjenguk anaknya yang sedang akan melahirkan di Jakarta.

10 Juni 2007

Ya Allah waktu terasa begitu cepat berlalu, waktu sudah mendekati pukul 3 pagi saat aku sampai di Jakarta, segera setelah turun di sana ku sms masq yang dibekasi. Limabelas menit kemudian masq sudah sampai di tempatku. Aq sampai di rumah kakak pukul setengah empat pagi. Kuhirup udara pagi Jakarta tetapi memang tak sesegar udara di desaku. Kedatanganku disambut oleh tiga keponakanku yang mash lucu dan imut serta kakak iparku yang asli Purworejo tapi sudah tak bisa sehalus orang sana. Seharian dirumah kakakku ini kuhabiskan dengan tiduran dan bermain dengan keponakanku, ku melihat di mata mereka akan kerinduan suasana Jawa di Prambanan desaku.

11 Juni 2007

Perjalanan sepanjang jalan ke tanjung Priuk, ku perhatikan kanan kiri jalan. Ku rasakan tak bisa menikmati suasana Jakarta ini. Kulihat orang-orang sudah tak peduli dengan kondisi sekitarnya. Udara yang kotor, bau asap yang menyengat serta jalanan yang rame bak kumbang beterbangan. Banyak kondisi yang saling menyimpang antar satu dengan yang lain, satu sisi gedung menjulang megah di sisi yang lain gubuk-gubuk tak terawatpun berdiri. Banyak pengamen dan gelandangan kulihat tapi banyak pula orang-orang yang hidup dengan kemewahannya. Ku perhatikan beberapa pengamen yang menyanyi di setiap pinggir jalan, ku melihat kerasnya kehidupan hanya untuk menyambung hari demi hari agar tetap bertahan di dunia ini. Kubertanya dalam benakku sempatkah mereka berpikir tentang kehidupan yang menunggu setelah kehidupan fana ini. Ataukah dunia telah membuat mereka lupa akan hakekat hidup yang sebenarnya.

Pukul sebelas aku sampai di Tanjung Priok, aku bersyukur ada mas Dayat yang menemani aku ke sini, mungkin tanpanya aku akan banyak tersesat. Sesampai disana aku menanda tangani daftar hadir peserta pelayaran kebangsaan.kemudian kuserahkan surat perjalananku ke panitia dan selanjutnya aku menyusul teman-teman yang lain ke kapal. Pertama kali masuk ku cium bau cat yang masih basah dan ternyata kapal ini masih baru. Ku edarkan pandanganku tuk mencari teman-teman yang lain. Ku melihat segerombolan akhwat yang mengumpul disana kumulai menyapa mereka dan tersenyum selanjutnya suasanapun mulai lebih akrab. Setelah lima belas menit diatas kapal, kru kapal meminta kami berkumpul di dek tank untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya diiringi marching band AL untuk pertama kalinya ku merasakan indahnya lagu ini, tak terasa mata ini menghangat ada haru disana. Dua kali kami menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama menambah hati untuk tetap semangat mencintai Indonesia. Setelah selesai menyanyikan Indonesia Raya, kami diberi perlengkapn berlayar yaitu tas dengan segala isinya da jaket, kostum merah putih, topi merah dan sebuah blok notte dan pen semuanya berlogokan pelayaran kebangsaan VII dengan warna biru dan sebuah gambar kapal perang seperti yang kami tumpangi.

Pukul 18.00 WIB perjalanan menuju ke istana Wapres Jusuf Kalla dengan bus AL yang berisikan 24 peserta. Sambil melihat suasana di jalan qt saling kenalan satu dengan yang dan sebutkan nama, universitas dan fakultas masing2. perjalan pertama dengan kawalan polisi. Ah jadi malu sama orang-orang’ qtkan” bukan pejabat.

Pukul 08.00 acara baru dimulai. Acara dibuka dengan sambutan dari mendiknas Bambang sudibyo dan menkokesra Abnu Rizal Bakrie.

 

Masih banyak pengalaman di hari-hari PKVII yang belum sempat ku tulis di sini, semoga ada kesempatan tuk selesaikan kisah perjalananku di Kapal KRI Makassar

Insya Allah bersambung….

by Azizah

 

2 Responses to “HARI-HARI DALAM PELAYARAN KEBANGSAAN VII”

  1. emy Says:

    kangen…………………..

  2. diah Says:

    hikzzz… jadi nangiisss…. duhhh Mbak, teh Nini… kangeeennn… hikzzz..benar2 terbawa arus sedih, kembali mengenang masa ituu…….:((


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s